(tosari.kendalkab.go.id - 28/7/2026) Tumenggung Bahurekso adalah Bupati Kendal yang pertama. Bahurekso juga berperan penting di Kerajaan Mataram Islam, terutama pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645).

dokumentasi : Sultan Agung
Salah satu peran Tumenggung Bahurekso di pemerintahan Kerajaan Mataram Islam adalah menjadi panglima perang dalam serangan Sultan Agung terhadap kedudukan VOC di Batavia. Ki Bahurekso adalah putra dari Ki Ageng Cempaluk atau Tumenggung Kyai Ngabehi Bahureksa, prajurit ahli kanuragan dan ketataprajaan era Kerajaan Pajang dan awal Kerajaan Mataram Islam. Ki Ageng Cempaluk atau Ki Gede Hasan Pekalongan dan Ki Bahurekso atau Jaka Bahu, memiliki hubungan sangat dekat dengan Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam. Karena baktinya kepada kerajaan, Ki Ageng Cempaluk diberi tanah perdikan di wilayah Kesesi, sekarang masuk Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Menyusul keberhasilannya, ia juga ditugaskan untuk menumpas para berandal yang berada di Alas Roban. tugas tersebut ia lakukan dengan baik, yang membuatnya diangkat menjadi lurah prajurit.

Dokumentasi : Simbol Mataram Islam
Tumenggung Bahurekso dikukuhkan sebagai Bupati Kendal yang pertama pada 28 Juli 1605. Berkat kerja kerasnya, Sultan Agung juga mengangkatnya menjadi panglima perang Mataram Islam menghadapi VOC di Batavia.
Menurut catatan Belanda, Tumenggung Bahurekso tewas bersama 200 pasukannya saat berperang melawan Belanda pada 21 Oktober 1628.
Namun, hal itu dibantah Babad Jawa. Sejarah Banten juga mencatat bahwa Tumenggung Bahurekso tidak tewas dalam peperangan tersebut. Babad Jawa menyebutkan bahwa pada 21 September 1628, Panglima Perang Tumenggung Bahurekso melakukan serangan besar besaran ke benteng pertahanan VOC di Batavia. Dua pasukan Tumenggung Bahurekso, yaitu Pasukan Panah Api Surogenen dan Pasukan Wirabraja, melakukan serangan besar besaran dari dua arah berbeda, yang dihadapi Belanda dengan pasukan pedang VOC.
Dokumentasi : Ki Ageng Cempaluk
Belanda juga melempar serangan meriam secara bertubi-tubi ke arah Tumenggung Bahurekso dan pasukannya. Serangan meriam pasukan VOC mengenai Tumenggung Bahurekso dan melukai salah satu kakinya hingga patah. Setelah itu, pasukannya diperintahkan untuk mundur ke arah hutan Lumbung Parahiyangan Tengah. Dua anak buah Tumenggung Bahurekso, yaitu Tumenggung Mandurorejo dan Tumenggung Suro Agul agul, menyembunyikan Tumenggung Bahurekso. Di tempat persembunyian itu, Tumenggung Bahurekso mendapat perawatan. Tumenggung Bahurekso tidak tewas dalam serangannya ke Batavia, tetapi kisah hidup selanjutnya tidak banyak tercatat dalam sejarah. tanggal pengangkatannya menjadi bupati pada pada 28 Juli 1605 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Kendal berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 20 tahun 2006 tentang Hari Jadi kabupaten Kendal. Kini, Makam Ki Bahurekso yang terletak di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, juga masih ramai dikunjungi peziarah. terutama pada saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal pada 28 Juli.
Share :